Solo adalah salah satu kota yang terkenal akan kebudayaannya seperti Yogyakarta. Hal ini karena di kota ini masih berdiri simbol kebudayaan Jawa yaitu Keraton Kasunanan Solo. Dan sama seperti di Yogyakarta. Keraton ini menjadi salah satu tempat wisata di Solo yang wajib Anda kunjungi saat liburan tiba.
Keraton Kasunanan Solo ini dibangun pada tahun 1745. Luas keraton ini yaitu sekitar 54 hektar yang membentang dari Alun-Alun Utara hingga Alun-Alun Selatan. Karena kompleks ini terbilang luas, maka sebaiknya siapkan diri untuk berkeliling tempat wisata di Solo ini.
Salah satu pintu masuk yang bisa Anda lalui adalah di seberang Pasar Klewer atau loket Alun-Alun Selatan. Dari sini, Anda bisa melihat bagian keraton pertama berupa pendopo besar dengan hiasan patung-patung ksatria Jawa. Lalu ada bangunan dengan nama Sasana Sewayana dengan ciri khas atapnya yang berwarna biru. Salah satu ciri khas lainnya adalah adanya meriam di sisinya yang bernama Kyai Pancawura dan Kyai Sapu Jagad.
Selain itu, ada juga gedung kuno serta lapangan yang terdapat banyak pohon burahol. Jika tengah berbuah, Anda bisa menikmati sajian jus buah tersebut. Tentunya menyegarkan tenggorokan Anda yang telah lelah berkeliling keraton. Anda cukup membayar 5 ribu rupiah saja untuk segelas jus buah burahol.
Di dalam keraton, Anda juga bisa melihat deretan kereta dan mobil-mobil bersejarah milik Sultan Solo. Selain itu ada juga beragam koleksi benda-benda bersejarah serta barang-barang berharga lainnya. Di sini, Anda bisa berfoto hingga mengetahui sejarah dari koleksi benda tersebut.
Saat berkeliling, Anda jangan lupa untuk mampir ke bagian keraton berupa Taman Keraton Sasana Sewaka. Taman ini beralaskan pasir pantai selatan serta Gunung Merapi. Di tempat ini, Anda harus melepas alas kaki Anda. Desain bangunan ini merupakan gabungan dari budaya Jawa dan Eropa.
Selama berkeliling di Keraton Kasunanan Solo ini, Anda akan merasa puas karena bisa melihat kekayaan budaya dari Negara Indonesia. Namun sayangnya, tempat wisata di Solo ini belum memiliki tour guide. Sehingga cukup menyulitkan bagi para wisatawan mancanegara yang mengunjungi kawasan keraton ini.
Keraton Kasunanan Solo ini dibangun pada tahun 1745. Luas keraton ini yaitu sekitar 54 hektar yang membentang dari Alun-Alun Utara hingga Alun-Alun Selatan. Karena kompleks ini terbilang luas, maka sebaiknya siapkan diri untuk berkeliling tempat wisata di Solo ini.
Salah satu pintu masuk yang bisa Anda lalui adalah di seberang Pasar Klewer atau loket Alun-Alun Selatan. Dari sini, Anda bisa melihat bagian keraton pertama berupa pendopo besar dengan hiasan patung-patung ksatria Jawa. Lalu ada bangunan dengan nama Sasana Sewayana dengan ciri khas atapnya yang berwarna biru. Salah satu ciri khas lainnya adalah adanya meriam di sisinya yang bernama Kyai Pancawura dan Kyai Sapu Jagad.
Selain itu, ada juga gedung kuno serta lapangan yang terdapat banyak pohon burahol. Jika tengah berbuah, Anda bisa menikmati sajian jus buah tersebut. Tentunya menyegarkan tenggorokan Anda yang telah lelah berkeliling keraton. Anda cukup membayar 5 ribu rupiah saja untuk segelas jus buah burahol.
Di dalam keraton, Anda juga bisa melihat deretan kereta dan mobil-mobil bersejarah milik Sultan Solo. Selain itu ada juga beragam koleksi benda-benda bersejarah serta barang-barang berharga lainnya. Di sini, Anda bisa berfoto hingga mengetahui sejarah dari koleksi benda tersebut.
Saat berkeliling, Anda jangan lupa untuk mampir ke bagian keraton berupa Taman Keraton Sasana Sewaka. Taman ini beralaskan pasir pantai selatan serta Gunung Merapi. Di tempat ini, Anda harus melepas alas kaki Anda. Desain bangunan ini merupakan gabungan dari budaya Jawa dan Eropa.
Selama berkeliling di Keraton Kasunanan Solo ini, Anda akan merasa puas karena bisa melihat kekayaan budaya dari Negara Indonesia. Namun sayangnya, tempat wisata di Solo ini belum memiliki tour guide. Sehingga cukup menyulitkan bagi para wisatawan mancanegara yang mengunjungi kawasan keraton ini.
